Sekilas tentang Perjanjian/Kontrak

Perikatan diatur dalam Bab III KUHPerdata, yang dimana perikatan tersebut dalam KUHPerdata bersumber dari perjanjian (obligation ex contractus) yang diatur dalam pasal 1313 sampai dengan pasal 1351 KUHPerdata dan bersumber dari undang-undang (obligation ex lege) yang diatur dalam pasal 1352 sampai dengan pasal 1380 KUHPerdata.

Perikatan artinya hal yang mengikat orang yang satu terhadap orang lain. Hal yang mengikat itu menurut kenyataannya dapat berupa perbuatan, misalnya jual beli barang; dapat berupa peristiwa, misalnya lahirnya seorang bayi, dapat berupa keadaan, misalnya letak perkarangan yang berdekatan. Perikatan adalah hubungan hukum yang terjadi antara orang yang satu dengan orang yang lain karena perbuatan, pristiwa, atau keadaan[1]. Continue reading

Advertisements

Singer Naimachine Arrest (HR 6 Januari 1905)

A. Pembahasan

1. Pendahuluan

Menurut hukum yang berlaku di Indonesia, gugatan perdata dibedakan menjadi dua, yakni gugatan wanprestasi yang diatur dalam buku III pasal 1243 KUHPerdata dan gugatan melawan hukum (onrechmatoge daad).yang diatur dalam buku III pasal 1365 KUHPerdata. Dalam hal pengajuan gugatannya, antara gugatan wanprestasi dengan gugatan melwan hukum diajukan secara terpisah kecuali keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain yang menurut ketntuan yurisprudensi diperkenankan.

Dalam KUHPerdata tidak dijelaskan mengenai pengertian wanprestasi maunpun perbuatan melawan hukum tetapi hanya diatur mengenai akibat yuridis dalam hal terjadinya wanprestasi dan perbuatan melwan hukum. Continue reading

Schuld dan Haftung

Pada setiap perikatan selalu terdapat 2 pihak yaitu Kreditor sebagai pihak yang berhak atas suatu prestasi dan Debitor sebagai pihak yang wajib berprestasi. Pada terdapat 2 unsur yakni schuld dan haftung. Schuld merupakan kewajiban Debitor untuk melakukan sesuatu terhadap Kreditor, sedang haftung merupakan kewajiban Debitor mempertanggung jawabkan harta kekayaan Debitor sebagai pelunasan schuld. Dalam hal perjanjian hutang piutang, schuld merupakan utang Debitor kepada Kreditor. Setiap Debitor memiliki kewajiban untuk menyerahkan prestasi kepada Kreditor, oleh karena itu Debitor mempunyai kewajiban untuk membayar pelunasan hutang. Sedangkan, haftung  merupakan harta kekayaan Debitor yang dipertanggung jawab sebagi pelunasan hutang tersebut. Debitor  tersebut berkewajiban untuk membiarkan Kreditor untuk mengambil harta kekayaannya sebanyak hutang yang dimiliki oleh Debitor untuk pelunasan hutang tersebut apabila Debitor tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar pelunasan hutang tersebut. Setiap Kreditor yang memiliki piutang kepada Debitor memiliki hak menagih atas pembayaran pelunasan piutang tersebut jika Debitor tidak memenuhi prestasinya untuk pelunasan pembayar hutangnya. Di dalam Hukum Perdata, disamping memiliki hak menagih (vorderingerecht), Kreditor memiliki hk menagih kekayaan Debitor sebasar piutang yang miliki oleh Debitor tersebut (verhaalarecht)

Berdasarkan Pasal 1131 KUHPerdata yang mengatur bahwa “Segala kebendaan si berutang, baik yang bergerak maupun yang tak bergerak, baik yang sudah ada maupun yang baru aka nada dikemudian hari, menjadi tanggungan untuk segala perikatan perseorangan”. Dari pasal tersebut dapat disimpulkan bahwa pasal tersebut mengandung asas bahwa kekayaan Debitor dipertanggung jawabkan sebagai penulasan hutangnya kepada Kreditor. Namun, terdapat penyimpangan antara schuld dan haftung, yakni: Continue reading

Sekilas tentang Teori Monoisme dan Teori Dualisme serta Kaitannya dengan Hukum Internasional

Teori monisme:

Tokoh: Hans Kelsen

Menurutnya pengutamaan Hukum Internasional atau Hukum Nasional tergantung dari postulat fundamentalnya.

Contoh: konflik kewarganegaraan, postulat fundamentalnya ada pada hukum nasional; perjanjian internasional, postulat fundamentalnya ada pada hukum internasional.

Tokoh: Starke

Hukum internasional diutamakan daripada hukum nasional, jika hukum nasional maka akan terjadi anarki.

Teori dualisme:

Hukum internasional diutamakan daripada hukum nasional.

Concept of opposability yakni ketentuan hukum nasional yang tidak bertentangan dengan ketentuan hukum internasional secara sah dapat digunakan untuk mengalahkan ketentuan hukum internasional yang digunakan oleh Negara lain.

Contoh: kasusu tembakau Bremen.

Mazab Formalisme dan Sejarah Kebudayaan serta Kaitannya dengan Hukum Positif Indonesia

Mazab formalisme

Dibagi menjadi 2, yakni:

  • Analitycal jurisprudence

–       Tokoh: John Austin

–       Teori: hukum itu sebagai suatu sistem yang logis, tetap dan bersifat tertutup.

–       Isi: hukum merupakan perintah dari pemengang kekuasaan tertinggi, hukum tidak didasarkan pada nilai baik-buruk, terpisah dengan keadilan tetapi semata-mata atas dasar kehendak dari penguasa.

  • Stufenbow theory

–       Tokoh: Hans Kelsen

–       Sistem hukum itu sebagai suatu bangunan bertingkat dari kaidah, dimana kaidah hukum tertentu dapat dicari sumbernya pada kaidah hukum yang lebih tinggi dan puncaknya disebut grund norm (norma dasar)

Kaitan dengan hukum positif Inodnesia:

Menurut analitycal jurisprudence, hukum merupakan perintah dari penguasa yang tertinggi, begitu pula halnya hukum di Indonesia. Hukum di Indonesia yang berupa undang-undang, undang-undang tersebut dibuat oleh DPR bersama dengan Presiden. Dalam hal ini, undang-undang berlaku di seluruh wilayah yurisdiksi Indonesia. Begitu pula dengan suatu peraturan yang berlaku di suatu wilayah tertentu dalam wilayah yurisdiksi Indonesia, yakni Perda. Perda dibuat oleh DPRD tingkat I berserta Gubernur. Jadi, antara analitycal yurisprudence dan hukum positif Indonesia memiliki keterkaitan.

Menurut stuffenbow theory yang menyatakan bahwa sistem hukum itu merupakan bangunan bertingkat, begitu pula hukum positif Indonesia juga memiliki sistematika hukum seperti halnya yang diatur dalam UU No 12 Tahun 2011 Continue reading

Curva Nord

‘Curva Nord’.. Ya, mungkin istilah ini tidak asing bagi penggemar sepak bola khususnya Serie A. ‘Curva Nord’ kalau diterjemahkan ke bahas Indonesia memiliki arti tribun  utara. Tribun merupakan bagian dari stadion yang ditempati supporter. Istilah ‘Curva Nord’ sejauh sepengetahuan saya identik dengan supporter LAZIO yang familiar dikenal dengan LAZIALE/LAZIALI dan supporter Intermilan.

Ya, saya seorang LAZIALE, fans LAZIO!! Kalau boleh flashback (lagi) saya suka (bahkan bias dibilang cinta) dengan LAZIO kira-kira sejak tahun 1999an/2000an (lupa pastinya). Awalnya ketika Serie A booming, saya hanya sekedar melihat pertandingan sepak bola saja, tidak hanya satu klub tetapi beberapa… dan pada akhirnya saya ‘jatuh cinta’ kepada LAZIO

Kalaupun ditanya mengapa bisa suka sama LAZIO, sampai sekarangpun saya tidak bisa menjelaskan secara pasti alasannya.Ya, kalaupun tetap diminta alas an, seperti pada umumnya anak kecil, bisa dibilang  saya bisa suka sama LAZIO karena warna kostumnya, lambang klubnya.

Nah, dikatagori ini saya akan berusaha mengisi semua yang berkaitan dengan LAZIO maupun LAZIALE. Dan akhir kata… FORZA LAZIO!!!