Ruang Terbuka Hijau

Ruang terbuka hijau merupakan sesuatu yang harus dalam suatu wilayah kota. Ruang terbuka hijau dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ruang terbuka hijau public dan ruang terbuka hijau privat. Dalam Pasal 29 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Pentaan Ruang, disebutkan bahwa proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota minimal sebesar 30% dari luas wilayah kota tersebut dan proporsi untuk ruang terbuka hijau public minimal sebesar 20% dari luas wilayah kota tersebut.

Ruang terbuka hijau public merupakan ruang terbuka hijau yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah kota yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum. Yang termasuk ruang terbuka hijau public antara lain adalah taman kota, taman pemakaman umum dan jalur hijau sepanjang jalan, sungai dan pantai. Sedangkan ruang terbuka hijau privat merupakan ruang terbuka hijau yang dimiliki dan dikelola oleh masyarakat dan digunakan untuk masyarakat sendiri. Yang termasuk ruang terbuka privat antara lain adalah kebun atau halaman rumah/gedung milik masyarakat/swasta yang ditanami tumbuhan.

Tujuan pengaturan mengenai ruang terbuka hijau yaitu untuk menjamin keseimbangan ekosistem kota, baik keseimbangan system hidrologi dan ekosistem lain yang selanjutnya akan meningkatkan ketersediaan udara bersih yang diperlukan masyarakat serta sekaligus dapat meningkatkan nilai ekosistem kota.

Pengaturan proorsi ruang terbuka hijau public seluas minimal sebasar 20% disediakan oleh pemerintah daerah kota dimaksudkan agar proporsi ruang terbuka hijau paling sedikit dapat lebih dijamin pencapaiannya sehingga memungkinkan pemanfaatan secara luas oleh masyarakat.

Jika kurang tersediannya ruang terbuka hijau yang idel akan menimbulkan efek negative, antara lain menurunnya kualitas air dan udara, kualitas hidup semakin tidak sehat, tidak adanya ruang/taman/sarana beraktifitas bagi anak-anak, dewasa dan manula.

Agar tersedianya ruang terbuka hijau yang ideal, menurut saya yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah pemerintah harus berani mengambil sikap yaitu mengembalikan daerah yang dulunya merupakan daerah terbuka hijua kembali ke fungsinya, tidak mengeluarkan izin-izin yang menyebabkan perubahan fungsi dari ruang terbuka hijau.

Dengan tersedianya ruang terbuka hijau yang ideal akan membawa manfaat, antara lain:

  1. sarana untuk mencerminkan identitas daerah
  2. sarana penelitian, pendidikan dan penyuluhan
  3. sarana rekreasi aktif dan pasif serta interaksi social
  4. meningkatkan nilai ekonomi lahan perkotaan
  5. menumbuhkan rasa bangga dan meningkatkan  prestise daerah
  6. sarana aktivitas social bagi anak-anak, remaja, dewasa dan manula
  7. sarana ruang evakusai untuk keadaan darurat
  8. memperbaiki iklim mikro
  9. meningkatkan cadangan oksigen di perkotaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s