Kebudayaan Cerminan Identitas Bangsa

Kebudayaan.. Mendengar kata kebudayaan yang terlintas dalam benak saya adalah mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan adat istiadat seperti tarian, kesenian dan lain sebagianya. Kebudayaan merupakan keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat atau diciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya. Begitu banyak kebudayaan yang ada di negeri ini yang dirangkum menjadi satu sehingga dikenal dengan istilah kebudayaan nasional. Kebudayaan nasional ini merupakan kebudayaan kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Kebudayaan Nasional Indonesia secara hakiki terdiri dari semua budaya yang terdapat dalam wilayah Republik Indonesia. Tanpa kebudayaan-kebudayaan itu tidak ada kebudayaan nasional. Itu tidak berarti kebudayaan nasional sekadar penjumlahan semua kebudayaan lokal di seantero nusantara. Kebudayan nasional merupakan realitas, karena kesatuan nasional merupakan realitas. Kebudayaan nasional akan mantap apabila di satu pihak kebudayaan-kebudayaan nusantara asli tetap mantap, dan di lain pihak kehidupan nasional dapat dihayati sebagai bermakna oleh seluruh warga masyarakat Indonesia

Kebudayaan yang ada di negeri ini tidaklah muncul begitu saja. Kebudayaan yang ada muncul sejak lama bahkam mungkin saja sejak jaman pra sejarah. Sebagai bangsa yang besar yang memiliki akar kebudayaan yang panjang serta memiliki beraneka ragam kebudayaan sudah selayaknya menjaga serta bangga terhadap kebudayaan yang kita miliki, janganlah sampai kebudayaan yang kita miliki ini diklaim oleh bangsa lain seperti yang sudah-sudah. Masih ingatkah  bagaimana reog ponorogo, tari pendet diklaim oleh Negara tetangga? Bahkan bisa saja ada banyak kebudayaan lagi yang diklaim oleh Negara lain yang mungkin tidak kira ketahui (bisa dilihat di http://id.istanto.net/2009/09/01/daftar-beberapa-kebudayaan-yang-diklaim-dicuri-oleh-malaysia/). Inilah tantangan kita untuk bagaimana tetap melestarikan kebudyaan yang ada serta untuk menjaganya agar tidak terulang lagi kejadian yang sebelum-sebelumnya!

Tak perlu dipungkri, dengan berkembangnya jaman serta masuknya kebudayaan luar kebudayaan yang ada, berasal dari negeri ini lambat laun mulai terkikis bahkan hilang. Masuknya kebudayaan luar di negeri ini memang tidak bisa dihindari. Kebudayaan luar mulai masuk ke negeri ini sejak jaman kolonial bahkan juga mungkin sejak masa-masanya banyak pelayaran yang dilakukan bangsa lain ke negeri ini. Kebudayaan luar masuk ke negeri ini tidaklah dengan begitu saja diterima akan tetapi melalu sebuah proses akulturasi. Proses akulturasi di Indonesia tampaknya beralir secara simpang siur, dipercepat oleh usul-usul radikal, dihambat oleh aliran kolot, tersesat dalam ideologi-ideologi, tetapi pada dasarnya dilihat arah induk yang lurus: ”the things of humanity all humanity enjoys”. Terdapatlah arus pokok yang dengan spontan menerima unsur-unsur kebudayaan internasional yang jelas menguntungkan secara positif. Memang, tidak ada salah mengakomodir kebudayaan dari bangsa luar akan tetapi lebih bijak kita mensortirnya agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang hidup serta berkembang di negeri ini serta tentunya tidak melupakan begitu saja kebudayaan yang telah ada di negeri ini serta berdampak positif bagi negeri/bangsa ini.

Selain makna kebudayaan yang sebenarnya, tidak tahu mengapa dalam benak saya terlintas makna kebudayaan lain yakni ‘kebudayaan’ (dengan tanda kutip). Dengan maraknya kasus korupsi, kekerasan, pergaulan bebas dan lain sebagainya, dalam benak saya, mungkin juga benak masyarakat bahwa hal-hal tersebut merupakan ‘kebudayaan’ baru yang tumbuh dan berkembang. ‘Kebudayaan’ seperti inilah yang tidak pantas dilestarikan bahkan layak diberangus dari negeri ini. ‘Kebudayaan’ seperti inilah yang dapat merusak citra negeri ini, merusak kebudayaan nasional.

Sekarang, tinggal tanggung jawab genarasi muda untuk menjaga/melestarikan kebudayaan yang telah ada sejak dulu bahkan untuk mewariskan ke generasi berikutnya, mensortir kebudayaan luar yang masuk yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur, memberangus ‘kebudayaan’ baru yang sekarang ada. Sekedar member bahan perenungan, Apakah kebudayaan itu merupakan cerminan identitas bangsa? Kebudayaan seperti apa yang layak dijadikan cerminan identitas bangsa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s