Tinjauan tentang Perjanjian/Kontrak Franchise (Waralaba)

1. Ruang Lingkup Kontrak Franchise

Jika dilihat dari ruang lingkup dan konsepnya, kontrak franchise berada antara kontrak lisensi dan distributor. Dengan adanya pemberian izin oleh pemegang Hak Milik Intelektual atau know-how lainnya kepada pihak lain untuk menggunakan merek ataupun prosedur tertentu merupakan unsure dari perjanjian lisensi, sedangkan di sisi lain adanya quality control dari franchisor terhadap produk-produk pemegang lisesnsi yang harus sama dengan produk-produk lisensor yang seakan-akan franchisor merupakan distributor.

Sebagaimana dalam kontrak lisensi, pada kontrak franchise pemegang franchise wajib membayar sejumlah royalty untuk penggunaan merek dagang dan proses pembuatan produk yang besarnya ditetapkan berdasarkan perjanjian. Royalty kadang-kadang bukan dari persentase keuntungan melainkan dari berapa unit[1]. Selain membayar royalty, pemegang franchise juga dikenakan kewajiban yang telah ditetapkan oleh franchisor untuk mendesain perusahaannya sedemikian rupa sehingga menyerupai dengan desain franchisor. Berkaitan dengan manajemen, franchisor memberikan  asistensi dalam hal manajeman kepada pemegang franchise yang dimana franchisor telah menetapkan harga dan menarik tarif untuk asistensi tersebut. Berkaitan pembuatan produk, pemegang franchise diwajibkan membeli bahan baku dari franchisor, hal ini dilakukan demi quality control. Namun, di pihak lain melalui kontrak lisensi maupun franchise diharapkan terjadinya alih teknologi antara lisensor/franchisor terhadap license/franchise.

2. Isi dan Bentuk Kontrak Franchise

Dalam perjanjian franchise harus memuat klausul yang di atur di dalam ketentuan Pasal 5 Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2007, yaitu  :

  1. Nama dan alamat para pihak;
  2. Jenis hak kekayaan intelektual;
  3. Kegiatan usaha;
  4. Hak dan kewajiban para pihak;
  5. Bantuan, fasilitas, bimbingan operasional, pelatihan, dan pemasaran yang diberikan pemberi waralaba kepada penerima waralaba;
  6. Wilayah usaha;
  7. Jangka waktu perjanjian;
  8. Tata cara pembayaran imbalan;
  9. Kepemilikan, perubahan kepemilikan, dan hak ahli waris;
  10. Penyelesaian sengketa; dan
  11. Tata cara perpanjangan, pengakhiran, dan pemutusan perjanjian

Kontrak franchise memiliki isi dan bentuk tersendiri. Isi dan bentuk praktek waralaba yaitu

a. Persetujuan lisensi (Licensing agreement or Tradename Licensing)

Dalam kontrak ini, pemilik lisensi memberikan kewenangan kepada pengusaha tertentu untuk menggunakan, misalnya teknologi produksi untuk menghasilkan makanan, minuman dll.

b. Hak-hak franchisee

Misalnya hak menggunakan merk dagang franchisor.

c. Hak akan design yang sama untuk lokasi dan penampilan lainnya

Lazimnya franchisor memaksakan lokasi dan penampilan yang seragam dan dikerjakan oleh franchisor.

d. Program latihan

Dijadikan sebagai syarat utama karena kualitas barang dan jasa merupakan elemen bisnis yang sangat penting

e. Bantuan operasional

Bantuan ini dapat dilakukan franchisor sebelum franchisee efektif ata secara terus menerus selama berlakunya jangka waktu kontrak

f. Pembelian

Franchisor mewajibkan franchisee untuk membeli barang mentah (termasuk pelayanan jasa) hanya dari franchisor dengan spesifikasi dan merk tertentu.

g. Iklan

h. Quality control

Franchisor sangat ketat dengan control ini sebab keberhasilan bisnisnya tergantung pada mutu barang dan jasa

i. Biaya untuk franchisor (fee)

j. Pembukuan

k. Perubahan

l. Pengalihan

m. Berakhirnya kontrak

n. Contract enforcement

o. Hal-hal lain.

3. Subjek dan Objek Kontrak Franchise

Dalam kontrak franchise terdapat subjek dan objek. Subjek hokum dalam perjanjian franchise yaitu franchisor dan franchisee; franchisor adalah perusahaan yang member lisensi, baik berupa paten, merk perdagangan, merk jasa maupun lainnya kepada franchisee, sedangkan franchisee adalah perusahaan yang menerima lisensi dari franchisor. Dan yang menjadi objek franchise adalah lisensi, yakni izin yang diberikan oleh franchisor kepada franchisee.

4. Hak dan Kewajiban Antara Franchisor dengan Franchisee

a. Hak dan kewajiban franchisor

Kewajiban dari franchisor adalah menyerahkan lisensi kepada franchisee, sedangkan yang menjadi hak dari franchisor adalah :

1)    Logo merk dagang (trade-mark), nama dagang (trade name), dan nama baik (goodwill).

2)    Format atau pola usaha

3)    Dalam kasus tertentu berupa rumus, resep, design, dan program khusus

4)    Hak cipta atas bagian dari hal diatas dalam bentuk tertulis dan terlindungi dalam bentuk undang-undang hak cipta.

b. Hak dan kewajiban franchisee

Hak dari franchisee adalah menerima lisensi, sedang kewajibannya adalah membayar royalty kepada franchisor dan menjaga kualitas barang dan jasa yang di-franchise.

5. Jangka Waktu Berlakunya Kontrak Franchise

Para pihak diberikan kebebasan untuk menentukan jangka waktu berakhirnya kontrak franchise, namun pemerintah melalui menteri perindustrian dan perdagangan telah menetapkan jangka waktu perjanjian waralaba sekurang-kurangnya lima tahun. Jangka waktu itu dapat diperpanjang.


[1] Salim H.s, Perkembangan Hukum Kontrak Innominaat Di Indonesia, (Jakarta: Sinar Grafika), hal. 166

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s