Sekilas tentang Persekutuan Komanditer/Comanditaire Vennootschap (CV)

Pendahuluan

Dalam era globalisasi saat ini, dunia perekonomian dan bisnis semakin berkembang. Banyak individu (orang) melakukan kegiatan perdagangan untuk memperoleh income guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam perkembangannya kata ‘perdagangan’ dihapus dan diganti dengan kata ‘perusahaan’, hal tersebut Staatsblad 1938 No. 276 yang mengatur bahwa Pasal 2 sampai dengan Pasal 5 KUHD telah dihapus sehingga berakibat pengetian ‘pedangan’ dihapus dan diganti dengan ‘perusahaan’.

Pengertian perusahaan diatur dalam Pasal 1 huruf b Undang-undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan yang mengtur bahwa perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam Wilayah Negara Republik Indonesia, untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba; dan diatur dalam Pasal 1 butir 1 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan yang mengatur bahwa perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus menerus degan tujuan memperoleh keuntungan atau laba, baik yang diselenggarakan oleh orang perorangan maupun badan usaha yang berbntuk badan hokum atau bukan badan hokum, yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa unsure-unsur sebuah perusahaan sebagai berikut:

  1. Adanya kegiatan terus menerus dan tetap; hal ini bertujuan untuk melindungi pihak lain (konsumen maupun pihak ke tiga)
  2. Terang terangan; hal ini bertujuan untuk menghilangkan image yang kurang baik dari perusahaan, disamping itu juga menguntungkan perusahaan yang bersangkutan dalam kepentingan publikasi, promosi dan perizinan
  3. Diadakan pembukuan; hal ini dimaksudkan untuk tranparansi keuangan dan dalam hal pemungutan pajak
  4. Dengan tujuan mencari keuntungan; hal ini adalah merupakan target suatu perusahaan
  5. Adanya suatu bentuk usaha yang jelas; perusahaan tersebut apakah dijalankan atau dengan badan usaha dan apakah perusahaan tersebut berbadan hokum atau tidak berbadan hokum.

Bentuk perusahaan dapat berbadan hokum dan dapat tidak berbadan hokum; berbadan hokum di sini memiliki arti bahwa perusahaan tersbut diakui atau dianggap sebagai subjek hokum seperti halnya orang. Subjek hokum di sini memiliki arti sebagai penyandang, pembawa hak dan kewajiban. Bentuk perusahan yang paling banyak dijumpai di Indonesia antara lain:

  1. Perusahaan Perseorangan
  2. Persekutuan Perdata/maatschap
  3. Persekutuan Firma (Fa)
  4. Persekutuan Komanditer (CV)
  5. Yayasan
  6. Perseroan Terbatas (PT)
  7. Koperasi
  8. Perusahaan Daerah
  9. Perusahaan Negara

Persekutuan Komanditer/Comanditaire Vennootschap (CV)

a. Dasar hokum

CV diatur dalam pasal 19-21 KUHD dan pasal-pasal lain dalam KUHPerdata yang terkait karena CV merupakan persekutuan perdata.

b. Pengertian

CV adalah perusahaan yang didirikan oleh satu atau lebih dengan satu atau lebih yang lain sebagai pelepas uang atau sekutu komanditer.  Berdasarkan pasal 19 KUHD, CV adalah sebagai persekutuan dengan jalan peminjaman uang (geldscheiter) atau disebut juga persekutuan komanditer, diadakan antara seorang sekutu atau lebih bertanggung jawab secara pribadi dan untuk seluruhnya dengan seorang atau lebih sebagai sekutu yang meminjamkan uang.

c. Unsur-unsur CV

Unsur CV sebagai perkumpulan:

  1. Kepentingan bersama
  2. Kehendak bersama
  3. Tujuan bersama
  4. Kerja sama

Sebagai persekutuan perdata:

  1. Perjanjian timbal balik
  2. Inbreng
  3. Pembagian keuntungan

Sebagai firma:

  1. Menjalankan perusahaan (pasal 16 KUHD)
  2. Dengan nama bersama atau firma (pasal 16 KUHD)
  3. Tanggung jawab sekutu (kerja) bersifat pribadi untuk keseluruhan (pasal 18 KUHD)

Unsur kekhususan persekutuan komanditer:

Persekutuan komanditer merupakan persekutuan firma dengan bentuk khusus. Bentuk khususnya adalah adanya sekutu komanditer.

d. Macam-macam sekutu

Di dalam CV terdapat 2 macam sekutu, yaitu:

1) Sekutu komanditer/sekutu diam/sekutu pasif/sleeping partner

Sekutu komanditer merupakan sekutu yang hanya memasukan uang atau benda ke kas persekutuan komanditer sebagai pemasukan (inbreng) dan berhak atas keuntungan dari persekutuan komanditer tersebut dan ia tidak turut serta dalam pengurusan atau penguasaa dalam persekutuan komanditer, namun bias melakukan pengawasan secara interen bila ditentukan dalam perjanjian pendirian. Status sekutu komanditer akan hilang dan menjadi sekutu komplementer jika terlibat aktif dalam pengurusan persekutuan yang mengakibatkan timbulnya kerugian bagi persekutuan tersebut.

2) Sekutu biasa/sekutu aktif/sekutu kerja/sekutu komplementer/sekutu pemelihara/pengurus

Sekutu komplementer merupakan sekutu yang menjadi pengurus persekutuan atau mereka yang menjalankan dan memimpin persekutuan. Tugas sekutu komplementer ini sebagai sekutu yang menjalakan persekutuan, mengadakan hubungan hokum dengan pihak ke tiga sehingga tanggung jawabnya berupa tanggung jawab pribadi untuk keseluruhan. Jika sekutu komplementer terdiri dari lebih dari satu maka akan ditetapkan sekutu mana yang akan melakukan hubungan hokum terhadap pihak ke tiga. Hal tersebut diatur dalam pasal 17 KUHD.

e. Tanggung jawab sekutu

Tanggung jawab antara sekutu komditer dengan sekutu komplementer berbeda satu sama lain, yakni:

  1. Sekutu komplementer (pasal 18 KUHD) tanggung jawabnya berupa tanggung jawab pribadi untuk keseluruhan
  2. Sekutu komanditer (pasal 20 ayat 3 KUHD) tanggung jawabnya hanya sebatas modal yang disetorkan. Namun jika sekutu tersebut melakukan pengurusan persekutuan sehingga berakibat kerugian maka sekutu tersebut akan dianggap sebagai sekutu komplamenter sehingga bertanggung jawab pribadi untuk keseluruhan. Hal tersebut diatru dalam pasal 20 ayat 2 dan pasal 21 KUHD.

f. Pembagian keuntungan dan kerugian

Pembagian keuntungan dalam CV dibagi berdasarkan persentase modal yang disetorkan kecuali tealh diperjanjikan sebelumnya berdasarkan pasal 1633-1635 KUHPerdata. Sedangkan pembagian kerugian berbeda antara sekutu komanditer dengan sekutu komplementer. Sekutu komanditer hanya bertanggung jawab sebesar persentase modal yang disetor sedangkan bagi sekutu komplementer bertanggung jawab pribadi untuk keseluruhan.

g. Macam-macam CV

Menurut H.M.N Purwosutjipto ada 3 macam bentuk CV, yakni:

1) Persekutuan komanditer diam-diam

Persekutuan komanditer yang belum menyatakan dirinya secara terang-terangan kepada pihak ketiga sebagai persekutuan komanditer

2) Persekutuan komanditer terang-terangan

Persekutuan komanditer yang sudah menyatakan dirinya secara terang-terangan kepada pihak ketiga sebagai persekutuan komanditer

3) Persekutuan komanditer dengan saham

Persekutuan komanditer yang secara terang-terangan modalnya terdiri dari saham

h. Pendirian CV

Pendirian persekutuan komanditer pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan persekutuan firma yaitu umumnya dengan akta notaries kemudian didaftarkan di kepaniteraan Pengadilan Negeri dimana persekutuan komanditer tersebut berkedudukan dan kemudian mengumumkan ikhtiar akta pendirian dalam Berita Negara RI. Pada prakteknya selalu dibuat dengan akta notaries yang berfungsi sebagai alat bukti adanya CV. Berdasarkan Pasal 1 butir 7 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, akta notaries adalah akta otentik yang dibuat oleh atau di hadapan notaries menurut bentuk dan tata cara yang ditetapkan dalam undang-undang ini. Pada dasarnya antara CV dengan sekutu tidak terdapat pemisahan harta akan tetapi dalam praktek selalu dibuat kekayaan terpisah. (Misal: pembukuan; Undang-undang Nomor 8 Tahun 1997 jo. Pasal 6 KUHD)

i. Berakhirnya CV

Pada hakekatnya sama dengan maatschap/persekutuan perdata dan Firma maka aturan mengenai berakhirnya CV diatur dalam pasal 1646-1652 KUHPerdata dan pasal 31-35 KUHD.

j. Pemberesan CV

Esensinya adalah penyelesaian hak dan kewajiban dari CV yang bersangkutan.

18 thoughts on “Sekilas tentang Persekutuan Komanditer/Comanditaire Vennootschap (CV)

    • Intinya dalam hal pembagian keutungan dan kerugian yang diperoleh CV itu berdasarkan jumlah persentase modal yang disetorkan oleh pendiri CV atau pun sesuai kesepakatan dari mereka. Jadi yang menyetorkan modal paling besar memperoleh keuntungan yang paling besar begitu juga soal pertanggungjawabannya terhadap kerugian

  1. Apakah dengan CV kita bisa melakukan usaha tingkat nasional atau terbatas pada skala lokal. misalnya saya membuat penerbitan majalah berlokasi di Surabaya. Bolehkah saya menjualnya di seluruh Indonesia? ataukah hanya terbatas di Surabaya. Terima kasih

    • Perhitungan pembagian laba tergantung dari kesepakatan pihak pendiri (baik itu sekutu aktif atau pasif) yang bisa dilihat dalam akta pendiriannya. Selain itu juga bisa berdasarkan presentase besaran modal yang dimasukan oleh para pihak (bisa berupa uang ataupun barang/benda), bagi yang memasukan modal berupa tenaga/keahlian, dihitung (dianggap) sama presentasenya dengan pihak yang memasukan modal terkecil. Bisa dilihat juga dalam Pasal 1633 dan 1634 KUHPerdata

      • Apakah ada perbedaan pembagian laba dari CV dan koperasi dan apa ada juga persamaanya mohon di jeleaskan !

      • Sejauh yang saya ketahuin:
        1. Pembagian laba pada CV dibagikan berdasarkan persentase modal yang disetorkan para pendiri baik sekutu aktif maupun sekutu pasif.(seperti yang telah dijelaskan sebelumnya)
        2. Laba pada koperasi pada umumnya dikenal dengan istilah SHU (Sisa Hasil Usaha). SHU diperoleh dari usaha yang dilakukan oleh anggota koperasi dan juga usaha yang dilakukan koperasi terhadap pihak ke tiga.
        SHU merupakan pendapatan koperasi dalam satu tahun buku yang telah dikurangi dana cadangan, biaya-biaya lain dan juga pajak.
        Dalam SHU yang diperoleh dari usaha terhadap pihak ke tiga, dibagikan kepada pengurus koperasi, sedangkan SHU yang diperoleh dari usaha anggota, dibagikan berdasarkan persentase jasa usaha yang dilakukan oleh anggota tersebut.
        Menurut kesimpulan saya:
        1. Persamaannya terletak pada persentase pembagian labanya.
        2. Perbedaannya:
        – Pada CV hanya pengurus saja yang mendapat pembagian laba
        – Pada semua organ koperasi baik pengurus maupun anggota mendapat pembagian laba

  2. Mau tanya, jika sbb:
    Modal A 60% (sekutu pasif) : hanya naruh modal
    Modal B 30% (sekutu aktif) : naruh modal dan total aktif terjun menjalankan usaha

    Penentuan besarnya upah bulanan yang di terima B berapa persen?

    Makasih

    • Sejauh yang saya ketahuin, pengupahan berbeda dengan pembagaian keuntungan. Jadi pengupahan B bulanan (sekutu aktif dan juga menanamkan modal), tergantung dari kesepakatan. Jadi, B selain mendapat pembagian keuntungan sebesar 30% juga mendapat upah

  3. halo,saya ada pertanyaan ini
    sebenarnya pembagian keuntungan bagi sekutu aktif, apakah sebatas besar modal penyetorannya/terikat dengan perjanjian yang telah dibuat? apakah tidak lebih besar dari sekutu pasif, karena CV semua tanggung jawab penuh oleh sekutu aktif?

    Terimakasih.

    • Sejauh yang saya ketahui, seperti itu, berdasarkan besaran modal yag dimasukkan. Dimungkinkan juga sekutu aktif memasukan modal lebih besar dibandingkan sekutu pasif. Dimungkinkan juga antara sekutu aktif dan sekitu pasif terdapat kesepakatan tersendiri di antara mereka mengenai pembagian keuntungan tersebut

  4. Bagaimana sebenarnya pembagian laba terhadap sekutu aktif dalam cv? apakah benar sesuai besarnya modal yang disetorkan/perjanjian yang sudah dibuat sebelumnya?

    Tetapi sebagai sekutu aktif,kita bertanggung jawab penuh terhdap usaha kita, apa kita tidak rugi jika laba kita lebih kecil sekutu pasif yang tidak mengurus apa pun?

    terimakasih sebelumnnya

  5. bisakah pihak ketiga atau pihak luar menaruh uangnya/saham ke cv tersebut,trus bukti apa yang harus di keluarkan oleh cv tsb utk pihak ketiga yg menaruh saham atau modalnya tersebut.?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s