Aspek Saham Dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

Saham merupakan salah satu unsure yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah Perseroan Terbatas. Saham merupakan tanda penyertaan modal dalam suatu perusahaan (PT) sebagai tanda bukti kepemilikan modal. Berdasarkan Pasal 48 ayat (1) UUPT, saham tersebut dikeluarkan atas nama pemilikinya sehingga menjadi tanda bukti kepemilikan atas saham suatu PT. Pihak yang akan atau ingin memiliki saham harus mememuhi persyaratan kepemilikan saham yang dapat ditetapkan dalam anggaran dasar PT tersebut dengan memperhatikan persyaratan yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jika dalam hal pesyaratan kepemilikan saham telah ditetapkan dan tidak terpenuhi, pihak yang memperoleh kepemilikan saham tersebut tidak dapat menjalankan hak selaku pemegang saham dan saham tersebut tidak diperhitungkan dalam kuorum yang harus dicapai sesuai dengan ketentuan UUPT dan/atau anggaran dasar; yang dimana hal tersebut diatur dalam Pasal 48 ayat (2) dan (3) UUPT.

Tingkat kepemilikan dilihat dari jumlah prosentase saham yang dimana setiap saham telah terscantum nominal saham tersebut. Berdasarkan Pasal 49 UUPT, nilai nominal suatu saham harus dicantumkan dalam mata uang rupiah, saham tanpa nilai nominal tidak dapat dikeluarkan. Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan diaturnya pengeluaran saham tanpa nilai nominal dalam peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Kepemilikan atas suatu saham, memberikan hak pada pemilik saham. Hak-hak tersebut diatur dalam Pasal 52 ayat (1) UUPT, yakni:

  1. Menghadiri dan mengeluarkan suara dalam RUPS;
  2. Menerima pembayaran deviden dan sisa kekayaan hasil likuidasi:
  3. Menjalankan hak lain berdasarkan UUPT

Hak tersebut di atas baru berlaku setelah dicatat dalam daftar pemegang saham atas nama pemiliknya. Setiap saham memberikan kepada pemiliknya hak yang tidak dapat dibagi. Dalam hal satu saham dimiliki oleh lebih dari satu orang, hak yang timbul dari saham tersebut dengan cara menunjuk satu orang sebagai wakil bersama. Hal-hal tersebut diatur dalam Pasal 52 ayat (2) sampai dengan ayat (5) UUPT.

Berdasarkan Pasal 53 UUPT, anggaran dasar menetapkan satu klasifikasi saham atau lebih. Setiap saham dalam klasifikasi yang sama memberikan kepada pemegang hak yang sama. Namun, dalam hal terdapat lebih dari satu klasifikasi saham, anggaran dasar menetapkan salah satu di antaranya sebagai saham biasa. Klasifikasi saham sebagaimana dimaksud di atas (lebih dari satu klasifikasi) antara lain:

  1. Saham dengan hak suara atau tanpa hak suara;
  2. Saham dengan hak khusus untuk mencalonkan anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;
  3. Saham yang setelah jangka waktu tertentu ditarik kembali atau ditukar dengan klasifikasi saham lain;
  4. Saham yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima deviden terlebih dahulu dari pemegang saham klasifikasi lain atas pembagian deviden secara kumulatif atau non kumulatif;
  5. Saham yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima lebih dahulu dari pemegang saham klasifikasi lain atas pembagian sisa kekayaan perseroan dalam likuidasi.

Selain itu juga terdapat pembagian klasifikasi saham. Berdasarkan klasifikasi di atas, menurut Ridwan Khairandy saham-saham tersebut dapat dibedakan menjadi:

1. Saham biasa (common stocks/ordinary shares)

Merupakan saham yang mempunyai hak suara untuk mengambil keputusan RUPS mengenai segala hal yang berkaitan dengan pengurusan perseroan, mempunyai hak untuk menerima deviden yang dibagikan dan menerima sisa kekayaan hasil likuidasi. Hak suara yang dimiliki oleh pemegang saham biasa dapat dimiliki juga oleh pemegang saham klasifikasi lain. Pemegang saham biasa ini tidak memil,iki hak lebih tertentu dari pemegang saham klasifikasi lainnya.

2. Saham yang mengandung atau memiliki keistimewaan (preference shares)

Merupakan saham yang memiliki keunggulan atau keistimewaan daripada saham biasa. Keunggulan tersebut di antaranya berkaitan dengan pembagian deviden, pembagian sisa kekayaan perseroan setelah perseroan dibubarkan atau dilikuidasi.

a. Saham utama (preference)

Merupakan saham yang memiliki hak lebih dari saham biasa dalam hal keuntungan dan saldo pada saat perseroan dilikuidasi.

b. Saham utama kumulatif

Merupakan saham yang memiliki hak-hak lebih daripada saham utama. Selain memiliki hak atas keuntungan dan saldo pada saat perseroan dilikuidasi, juga memiliki hak atas deviden tunggakkan.

c. Saham istimewa/prioritas

Merupakan saham yang memberikan kepada pemegangnya hak berbicara khusus. Ini adalah kewenangan yang tidak diberikan undang-undang kepada RUPS. Hal ini adalah hak yang termasuk dalam klausul oligarchie (klausul dalam anggaran dasar PT dimana pemegang saham tertentu meimiliki hak-hak istimewa yang tidak dimiliki pemegang saham lainnya). Pemilihan atau penunjukan Komisaris atau Direksi biasanya terikat pada pencalonan yang dikemukakan oleh pemegang saham yang meimiliki hak istimewa tersebut.

Selain jenis saham di atas, masih dikenal jenis saham lainnya, yakni:

1. Saham pendiri

Merupakan saham yang diberikan sebagai balas jasa terhadap jasa-jasa para pendiri dalam mendirikan dan mengembangkan perseroan. Di sini tidak ada kewajiban penyetoran baik berwujud uang maupun lainnya.

2. Saham bonus

Merupakan saham biasa yang diberikan kepada pemegang saham yang telah ada tanpa penyetoran. Saham ini diberikan sebagai ganti hak menagih kepada perseroan atas dana cadangan atau dana kelebihan dari modal yang ditempatkan.

Sedangkan berdasarkan cara peralihan saham, saham dapat dibedakan menjadi:

1. Saham atas nama

Merupakan saham yang mencantumkan nama pemegang saham atau pemiliknya sehingga peralihannya dilakukan dengan akta pemindahan hak (cessie)

2. Saham atas tunjuk

Merupakan saham yang tidak mencantumkan nama pemegang atau pemiliknya sehingga peralihannya dilakukan dengan penyerahan secara fisik.

Saham dapat dialihkan atau dipindahtangankan. Pada dasarnya, peralihan kepemilikan saham dilakukan dengan pembuatan akat peralihan yang dimana akta peralihan atau salinannya disampaikan kepada pesero. Dalam hal peraliahan saham, Direksi wajib mencatat peralihan tersebut dan melaporkannya kepada Menteri. Jika hal tersebut belum dilakukan maka Menteri menolak permohonan persetujuan tersebut. Hal-hal tersebut diatur dalam Pasal 56 UUPT.

Peralihan saham tersebut tidak dapat dilakukan secara asal, harus mememnuhi persyaratan dalam anggaran dasar sebagaimana yang diatur dalam Pasal 57 UUPT, yakni:

  1. Keharusan menawarkan terlebih dahulu kepada pemegang saham dengan klasifikasi tertentu atau pemegang saham lainnya;
  2. Keharusan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari organ perseroan; dan/atau
  3. Keharusan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Persyaratan tersebut tidak berlaku dalam hal pemindahan hak atas saham disebabkan peralihan hak karena hokum kecuali berkenaan dengan pewarisan.

Dalam saham terdapat hak kepemilikan sehingga saham dpat diagunkan dengan gadai atau jaminan fidusia sepanjang tidak ditentukan lain dalam anggaran dasar. Gadai atau jaminan fidusia atas saham ini wajib dicatat dalm daftar pemegang saham. Saham yang diagunkan dengan gadai ataupun jaminan fidusia tetap memiliki hak suara dan tetep pada pemegang saham. Hal-hal tersebut diatur dalam Pasal 60 UUPT.

Berdasarkan Pasal 62 UUPT, pemegang saham memiliki hak untuk meminta perseroan untuk membeli saham yang dimilikinya dengan harga yang wajar, jika pemegang saham tersebut tidak menyetujui tindakan perseroan yang dianggap merugikan pemegang saham tersebut, berupa:

  1. Perubahan anggaran dasar;
  2. Pengalihan atau penjaminan kekayaan perseroan yang mempunyai nilai lebih dari 50% kekayaan bersih perseroan; atau
  3. Penggabungan, peleburan, pengambilalihan atau pemisahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s