Di Balik Anthem Lazio “Non Mollare Mai”

Ketika saya membaca sebuah tautan dari sebuah social media seorang kawan yang juga Laziale (Andreas Samudera) (http://semshady35.blogspot.com/2011/01/teriakan-suku-maori-di-lagu-non-mollare.html) saya ‘terusik’ untuk mencari tahu lebih lagi.
Salah satu anthem Lazio yang sangat familiar bagi Laziale yakni “Non Mollare Mai’ memiliki suatu hal yang bisa dibilang unik yang mungkin tidak semua Laziale mengetahuinya (termasuk saya sebelum membaca tautan dari seorang teman tersebut).
Non Mollare Mai diciptakan oleh Federico Scarcelli dengan kelompok supporter Curva Nord yang memiliki aura yang sangat kuat serta penuh semangat. Non Mollare Mai biasanya dinyanyikan sebelum pertandingan mulai dan merupakan salah satu anthem kebanggan yang sangat kuat bahkan wajib dinyanyikan. Non Mollare Mai di sini memiliki arti jangan menyerah (http://forum.lazioland.com/index.php?topic=213.0)

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=seJcReI2WSA

Bianco e azzurro è il tuo colore
White and blue are your colors

bianco e azzurro, Lazio nel cuore..
white and blue, Lazio in the heart

Lazio da sola, il gente laziale non ti lasceremo mai. Oh no, oh no
Laziali will never leave Lazio standind alone, oh no, oh no

E quando qualcuno poi ti ferisce è accanto alla Nord che non tradisce..
And when you are hurt the North will never leave your side

in alto i cuori, noi in campo con le voci e
hearts filled, our voices accompany you on the field

FORZA LAZIO ALE’, FORZA LAZIO
FORZA LAZIO E NON MOLLARE MAI
NON MOLLARE MAI, NON MOLLARE MAI
NON MOLLARE MAI…
FORZA LAZIO ALE’, FORZA LAZIO ALE’
FORZA LAZIO ALE’, FORZA LAZIO ALEEEEE’
A ROMA LA LAZIO, C’E’ SOLO LA LAZIO

Le maglie bagnate di sangue e di sudore,
The shirts drenched in blood and sweat

la Lazio è una fede: SOLTANTO FORZA E ONORE!
Lazio is a faith; ONLY STRENGTH AND HONOR

In alto i cuori, noi in campo con le voci e
hearts filled, our voices accompany you on the field

FORZA LAZIO ALE’, FORZA LAZIO
FORZA LAZIO E NON MOLLARE MAI
NON MOLLARE MAI, NON MOLLARE MAI
NON MOLLARE MAI
FORZA LAZIO ALE’,FORZA LAZIO ALE’
FORZA LAZIO ALE’,FORZA LAZIO ALEEEEE’

Nah, coba dengarkan baik-baik di awal (intro) anthem tersebut, ada semacam teriakan beberapa orang yang penuh semangat dan saya pun merasakan aura semangat tersebut. Teriakan tersebut bukan menggunakan bahasa daerah, awalnya pun saya menyangka menggunakan bahasa Italia, berulang kali saya coba mendengarkan baik-baik kata-kata apa yang diteriakan namun saya belum mengetahui secara pasti apa kata-kata tersebut. Saya baru mengetahui bahwa terikan tersebut ternyata teriakan pembangkit semangat dari suku Maori dari Selandia Baru. Teriakan ini biasanya diterikan oleh tim Rugby dari Selandia Baru.

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=tdMCAV6Yd0Y

Ka mate! Ka mate! Ka ora! Ka ora!
Ka mate! Ka mate! Ka ora! Ka ora!
Tenei te tangata puhuru huru
Nana nei i tiki mai
Whakawhiti te ra
A upa … ne! ka upa … ne!
A upane kaupane whiti te ra!
Hi!
I die! I die! I live! I live!
I die! I die! I live! I live!
This is the hairy man
Who fetched the Sun
And caused it to shine again
One upward step! Another upward step!
An upward step, another … the Sun shines!

Teriakan tersebut dipadukan dengan gerakan tangan yang menepuk-menepuk beberapa bagian tubuh seperti sebuha tarian sehingga menciptakan semacam irama yang disebut The Haka

The Haka is a composition played by many instruments. Hands, feet, legs, body, voice, tongue, and eyes all play their part in blending together to convey in their fullness the challenge, welcome, exultation, defiance or contempt of the words.” “It is disciplined, yet emotional. More than any other aspect of Maori culture, this complex dance is an expression of the passion, vigor and identity of the race. It is at its best, truly a message of the soul expressed by words and posture.” – Alan Armstrong in his book Maori Games and Haka (Reed, 1964) –

http://www.marimari.com/content/categories/editorial/archives/kia_ora/ka_mate.html

Saya merasakan bahwa teriakan tersebut mengandung unsur semangat, siap mati dan kalau dihubungkan dalam sebuah pertandingan, teriakan tersebut mengandung arti bahwa pemain menganggap pertandingan tersebut pertandingan terakhir, sangat menentukan (meskipun masih ada pertandingan yang lain) serta pemain siap menggerakan seluruh kemampuan dan tenaganya bahkan mati di lapangan pertandingan untuk memenangkan pertandingan tersebut.
Menurut saya, mengapa teriakan tersebut ada di awal anthem “Non Mollare Mai’ karena untuk membangkitkan semangat bertanding pemain Lazio di setiap pertandingan meskipun tanpa terikan tersebut, anthem tersebut sudah cukup memberikan aura semangat.
Nah, masalahanya sampai sekarang (sampai tulisan ini dibuat) saya belum menemukan jawaban apa hubungannya Lazio khususnya anthem tersebut dengan suku Maori (teriakannya).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s