Sekilas tentang Asas Hukum (2)

Sebelumnya saya telah mem-posting sediki bahasan tentang asas hukum yakni dengan judul “Sekilas tentang Asas Hukum”. Tulisan berikut akan melanjutkan tulisan sebelumnya.

Beberapa asas hukum yang dikenal:

1. “Lex superior derogat legi inferior”

>> Peraturan lebih tinggi mengalahakan peraturan yang lebih rendah, maksudnya bahwa peraturan yang lebih renda dilarang bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi.

Misalnya Undang-undang mengalahkan Peraturan Pemerintah

2. “Lex posterior derogat legi priori”

>> Peraturan yang baru mengesampingkan peraturan yang lama.

Misalnya UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dengan UU No. 10 Tahun 2004

3. “Lex spesialis derogat legi generali”

>> Peraturan yang lebih khusus menesampingkan peraturan yang umum

Misalnya KUHPidana dengan UU Tindak Pidana Korupsi

4. “Lex spesialis sistematis”

>> Kekhususan yang sistematis

Hal ini terjadi jika adanya aturan yang khusus yang bertentangan dengan aturan yang khusus lainnya.

Sebuah aturan dikatagorikan lex spesialis jika:

– Materiilnya khusus

– Formilnya khusus (ada pengadilan yang khusus)

– Adresat (subjek) khusus

5. “Lex consumte derogat legi comsunte”

>> Aturan hukum yang satu mengabsopsi (menyerap) aturan hukum yang lain.

6. “Cogitationis peonam nemo patitut”

>> Tidak ada seorangpun dapat dihukum hanya karena berdasarkan apa yang ada di dalam hatinya (niat)

7. “Lex dura, sed tamen scipta”

>> Undang-undang itu kejam tetapi begitulah bunyinya

8. “Nemo ius ignorare” ; “Iedern wordt geacht de wet kennen”

>> Setiap orang dianggap tahu hukum

9. “Ignorantia leges excusat neminem”

>> Ketidaktahuan akan hukum bukan alasan/unsur pemaaf

10. “Tabelionis officium exercebo”

>> Seorang Notaris harus bekerja secara tradisional Continue reading

Advertisements